Jika satu tahun lalu anda mendengar kata Manchester United, apa yang
akan terngiang di kepala anda? Tim besar, gol-gol kemenangan dimenit
akhir, juara liga inggris, jago comeback dan tim yang hampir selalu
finish di posisi empat besar.
Bagi anda yang menggemari Manchester United mulai dari awal 90′an,
pastinya akan terbiasa dengan hal tersebut diatas. Bukan memihak, tapi
memang seperti itulah gambaran dominasi Manchester United di era Alex
Ferguson.
Seperti diketahui, sempat terseok-seok diawal rezim, tapi kemudian
Sir Alex bersama MU secara konsisten mendapatkan satu buah gelar hampir
di setiap tahunnya.
Namun jika saat ini anda mendengar kata Manchester United, apa yang
akan segera terbayang? Bisa jadi adalah sebuah klub yang terlihat panik,
kalah dari tim-tim gurem, kalah di kandang sendiri, gagal masuk
Champions League hingga berujung pada pemecatan si pelatih saat ini
David Moyes.
Melihat sedikit ke belakang, waktu pertama kali Moyes dipilih oleh
Alex Ferguson sebagai suksesor nya fans United sebenarnya sudah terpecah
mengenai hal ini.
Sebagian menganggap apa yang dilakukan Sir Alex sudah tepat,
mengingat Moyes adalah seorang pelatih yang mampu membuat klub liga
Inggris Everton mampu selalu bertahan di liga premiere dengan budget
belanja yang minim.
Selain itu, Moyes juga dikenal sangat menaruh perhatian pada
perkembangan pemain muda dan gemar memberi kesempatan kepada mereka.
Namun sebagian lain nya menganggap bahwa Sir Alex sudah salah
langkah karena menunjuk Moyes yang merupakan pelatih tim papan tengah,
minim pengalaman di level internasional dan tanpa prestasi.
Penunjukan Moyes oleh Alex Ferguson menunjukan betapa kuatnya sosok
Sir Alex di klub, sungguh sebuah pemandangan yang langka di kultur
sepakboola saat ini, terutama untuk sebuah “Brand” seperti Manchester
United.
Sudahlah, rasanya sudah terlampau banyak artikel, blog atau serial
twit yang menggambarkan bagaimana hancurnya MU ditangan David Moyes saat
ini.
Tapi khusus bagi para penggemar United diatas tadi, sadarkah anda
bahwa pada saat seperti inilah kesetiaan dan sikap loyal terhadap sebuah
klub sedang mengalami ujian?
Beberapa tahun belakangan ini, seberapa seringkah anda mendapati klub
anda kalah dari klub papan bawah? Atau melihat lelucon “meme” mengenai
MU di social media?
Pernahkah beberapa tahun lalu anda kena “tag” massal di facebook, path atau twitter yang isi nya meledek pelatih/pemain MU?
Seberapa seringkah Senin anda akan terasa menyebalkan karena harus
menerima kenyataan bergadang hingga larut dan harus menelan kekalahan?
Belum lagi celaan dari teman sekolah, rekan kerja dan lainnya.
Bisa dipastikan sangat amat jarang, karena itu tadi, secara reguler
tim ini memang mempunyai karakter pemenang, juara dan petarung hingga
menit-menit akhir, karakter yang terlihat seperti hilang delapan bulan
belakangan.
Sebuah ujian bernama David Moyes telah mendatangi klub Manchester
United musim ini. Sebuah ujian yang memecah belah suara fans, sebuah
ujian yang memberikan perasaan seperti sedang menaiki roller coaster
disetiap akhir pekannya, sebuah ujian yang membuat gemas seluruh fans
mereka diseluruh dunia, sebuah ujian yang menguji kesetiaan fans kepada
klubnya
Dalam kalimat awal pidato perpisahannya, Sir Alex mengatakan :
"First of all, it’s a thank you to Manchester United. Not
just the directors, not just the medical staff, not just the coaching
staff, the players or the supporters, it’s all of you. You have been the
most fantastic experience of my life"
Yang kurang lebih menyatakan bahwa bukan hanya satu faktor dalam klub
yang membuatnya sukses selama itu di MU, namun semua unsur saling
melengkapi, Jajaran direksi, staff, pelatih, pemain dan juga suporter.
Lalu SIr Alex juga mengingatkan bahwa selama karirnya di United, Ia
pun mengalami masa sulit dan dukungan semua unsur tadilah yang
menguatkannya, dukungan kepada seorang manager adalah sebuah ha penting.
"I’d also like to remind you that when we had bad times
here, the club stood by me, all my staff stood by me, the players stood
by me. Your job now is to stand by our new manager. That is important"
Menarik menanti komentar Ferguson mengenai pencopotan Moyes. Jika
dilihat dari petikan-petikan diatas, sepertinya Sir Alex akan ada di
posisi mempertahankan Moyes dan memberikannya lebih banyak waktu untuk
sebuah Proses.
Tapi apa daya, sepakbola modern saat ini memang tidak familiar dengan kata proses.
Sepakbola modern yang didalamnya terdapat unsur saham gabungan,
hutang, merk dagang dan juga sponsorship. Unsur-unsur yang jelas belum
kentara atau malahan tidak ada pada awal awal rezim Ferguson dulu.
Begitulah, beruntunglah anda para penggemar United yang pernah
melewati masa ujian ini bersama-sama. Bukan berarti masalah lalu
terpecahkan dengan hengkangnya seorang Moyes. Tentu saja tugas berat
akan menunggu siapapun pengganti Moyes, terutama di era Sepakbola modern
saat ini.
Terima kasih David !