Wednesday, February 13, 2013

Aguero dan Sindrom Musim ke-2

Tidak butuh waktu lama bagi seorang Sergio Kun Aguero untuk menjelma menjadi pahlawan baru bagi para para penggemar Manchester City diseluruh dunia.

Bukan hanya karena penampilan apiknya dimusim pertamanya bersama si Manchester Biru, tapi juga karena gol yang diciptakan di masa Injury time saat laga melawan QPR di Etihad Stadium musim lalu, adalah gol yang juga kemudian menentukan gelar juara Premiere league bagi City
Yang lebih mencengangkan lagi, itu adalah gelar pertama City setelah 44 tahun !

Penampilan Kun dimusim pertamanya bersama City memang terbilang cukup memuaskan, dari total 34 pertandingan di Premiere League ia memasukan 23 gol dan mencatatkan namanya di tiga besar pencetak gol terbanyak musim 2011-2012 dibawah Robin Van Persie (30 Gol) dan Wayne Rooney (27 Gol).

Sama sekali bukan hasil yang buruk untuk musim pertama diliga sekompetitif dan sesibuk liga Inggris.
Namun musim ini jumlah gol Kun jauh menurun, hingga saat ini ia sudah total memainkan total 20 pertandingan di premiere league dan baru bisa mencetak 9 gol.

Penampilannya diatas lapangan pun cenderung tidak semenyeramkan musim lalu, musim ini Aguero relatif lebih mudah diredam.

Lalu kemudian ada tanda tanya besar, apakah Ia sedang mengalami apa yang disebut dengan Sindrom Musim Ke-2?

Apa itu Sindrom musim ke-2? Ungkapan ini sebenarnya mulai populer di kancah premiership (1992) yang menunjukan bahwa ada trend kemunduran prestasi klub semusim setelah berhasil meraih tiket promosi.

Klub tersebut akan tampil baik saat musim promosi pertamanya, lalu kemudian akan berjuang mati-matian untuk lepas dari zona degradasi dimusim berikutnya.

Namun kemudian, media dan para analis sepakbola Inggris sana mulai melabel sindrom ini bisa merasuk ke para pemain.

Musim lalu, penyrang asal Meksiko Javier Hernandez sempat gencar diberitakan terkena sindrom ini menyusul penampilan kurang impresifnya dimusim keduanya bersama Manchester United. Padahal dimusim sebelmnya Ia tampil luar biasa.

Aguero sendiri menyadari ada penurunan dari penampilannya musim ini, seperti dikutip dari telegraph Ia juga mengakui bahwa musim ini CIty direpotkan oleh beberapa cidera yang secara bergantian menimpa pilar mereka, mulai dari Nasri, Silva, Kompany, Clichy, Micah Richards dan dirinya sendiri.

Walau mengaku itu bukan alasan, namun hal tersebut memang diakui Aguero sangat mempengaruhi performa City dan juga dirinya.

Lalu apa penyebab Sindrom musim kedua ini?  Atau apakah sindrom ini benar-benar ada? 
Mengenai penyebabnya Secara Non-Tekhnis belum ada jawaban pasti, namun secara analisa beberapa faktor bisa dijadikan penyebab.

Khusus untuk para penyerang, penyebabnya  bisa jadi adalah bahwa para pemain belakang klub lawan sudah mempelajari gaya bermain pemain baru.

Berbeda dengan musim pertama, saat itu para pemain belakang masih buta akan gaya bermain seorang pemain baru.

Penyebab selanjutnya adalah boleh jadi adanya beban tinggi yang dipikul si pemain. Tentunya akan semakin besar harapan dari klub maupun penggemar kepada si pemain pada musim ke-2 nya pasca sudah tampil hebat dimusim pertamanya.

Penyebab terakhir bisa jadi adalah tekanan media. Ya, di Inggris memang sepakbola sudah menjadi semacam komoditi hiburan yang selalu bisa dijual. Jika tidak kuat menghadapi tekanan ini bukan mustahil para pemain akan kaget dan bukan tidak mungkin mempengaruhi penampilan mereka diatas lapangan.

Khusus untuk kasus Aguero, permasalahan keluarganya disebut-sebut juga menjadi pengaruh kemunduran penampilannya di atas rumput. Seperti diketahui bahwa Istri dan anaknya sudah meninggalkan Manchester menuju kediamannya di Madrid.

Aguero menanggapi dingin issue ini ketika dikait-kaitkan dengan performanya mengolah si kulit bundar. Namun Ia mengakui bahwa berpisah dengan puteranya, Ben, adalah sesuatu yang menyakitkan.

Terakhir,  apakah Aguero sudah benar-benar habis musim ini? Masih ada 12 laga tersisa di Liga Premiere, masih ada kesempatan baginya membuktikan bahwa dia tidak sedang terserang sindrom musim kedua.

Oleh:  pemilik akun twitter @fernandi_a

No comments:

Post a Comment